Berita Ekonomi Dan Bisnis Nasional Teknologi 

Hanya 6 % Perusahaan di Indonesia Masuk Dalam Kategori Pemimpin Digital Menurut Indeks Transformasi Digital dari Dell Technologies

Baru 4% pemimpin perusahaan Indonesia percaya mereka akan menjadi pelopor perubahan daripada terpengaruh/hanya menjadi pengikut

Mitrajakartanews | Jakarta
Hanya 6% bisnis di Indonesia masuk dalam kategori Pemimpin Digital menurut Indeks Transfomasi Digital Dell Technologies (DT Index) DT Index, riset yang dilakukan bekerja sama dengan Intel, memetakan kemajuan transformasi digital yang dilakukan perusahaan-perusahaan skala menengah hingga besar dan mengkaji harapan dan kekhawatiran digital dari para pemimpin bisnis tersebut. Studi ini mengungkapkan bahwa 57% pemimpin bisnis di Indonesia percaya perusahaan mereka akan kesulitan memenuhi tuntutan pelanggan yang terus berubah dalam jangka lima tahun ke depan dan 27% khawatir mereka akan kalah bersaing.

Hasil DT Index ini berdasarkan pendapat perusahaan-perusahaan tersebut tentang kinerja mereka dalam beberapa bidang berikut: memiliki kinerja baik berdasarkan faktor-faktor penting
dari sebuah bisnis digital””, strategi TI yang ada, strategi transformasi tenaga kerja dan investasi yang direncanakan perusahaan-perusahaan tersebut.

Dua tahun setelah DT Index pertama diluncurkan tahun 2016, tahun ini Dell Technologies dan Intel memperluas cakupan riset ini hingga lebih dari dua kali lipat, dari 16 negara menjadi lebih dari 40 negara dan membandingkan 4.600 bisnis, berdasarkan kategori berikut:

Meskipun DT Index mencatat ada beberapa yang masuk dalam kategori Pemimpin Digital, lebih dari seperempat responden di lndonesia masuk dalam kategori Adopsi Digital, yang artinya perusahaan-perusahaan tersebut telah memiliki rencana dan inovasi digital yang cukup matang untuk melaksanakan rencana transformasi mereka. Namun demikian, perusahaan perlu mempercepat rencana transformasi mereka. Sebagian besar responden berada di kategori Evaluator Digital, yang artinya masih banyak sekali perusahaan yang masih mempertimbangkan atau bahkan menunda melakukan apa pun.

Sebanyak 27% perusahaan di Indonesia berada di dua kategori terbawah, yaitu perusahaan perusahaan yang bergerak terlalu lambat atau bahkan tidak memiliki rencana digital sama sekali.

Hambatan transformasi digital

Berdasarkan hasil DT Index, 94% perusahaan di Indonesia mengakui mereka menghadapi hambatan besar dalam melakukan transformasi digital saat ini.

Lima hambatan teratas adalah:
1. Kekhawatiran akan privasi data dan keamanan siber
2. Kurangnya anggaran dan sumber daya
3. Peraturan atau perubahan legislatif
4. Kurangnya teknologi yang tepat untuk digunakan sesuai kecepatan yang dibutuhkan bisnis tersebut
5. Kurangnya tenaga dan pengalaman yang tepat di dalam perusahaan

Semua rintangan tersebut memperlam bat laju usaha transformasi digital. Misalnya, 84% pemimpin perusahaan di Indonesia percaya transformasi digital harus diterapkan secara menyeluruh di perusahaan. Oleh karena itu, hanya 4% yang menyatakan bahwa mereka akan menjadi pelopor perubahan bukan hanya menjadi pengikut dalam jangka lima tahun ke depan.

“Kita sudah sering mengatakan kalau kita saat ini berada di titik puncak perubahan besar, tapi situasi sudah berubah,” ujar Paul Henaghan selaku Vice President, Data Center Solutions, Asia Pacific
& Japan, Dell EMC. “Era digital berikutnya telah tiba dan telah mulai menata ulang cara kita hidup, bekerja dan melakukan bisnis. Artinya, waktu sangatlah penting. Transformasi yang sebenarnya harus terjadi sekarang dan terjadi secara radikal.”

Mengatasi tantangan

Riset ini mengungkapkan bahwa berbagai perusahaan di Indonesia telah mulai mengambil langkah-langkah penting untuk mengatasi hambatan yang mereka alami, temasuk ancaman kalah berkompetisi dengan pesaing yang lebih gesit dan inovatif. Hal tersebut bisa dilihat dari hasil riset yang menyatakan:

– 67% bisnis di Indonesla menggunakan teknologi digital untuk mempercepat pengembangan produk/layanan baru

– 46% bisnis menyertakan pengaturan keamanan dan privasi ke semua perangkat, aplikasi dan algoritma

– 49% bekerja keras untuk mengembangkan pengetahuan dan keahlian intemal yang tepat, seperti mengajari staf cara membuat kode (coding)

– 50% berbagi pengetahuan lintas divisi, antara lain dengan meningkatkan pengetahuan para pemimpin TI dengan keterampilan bisnis dan para pemimpin bisnis dengan keterampilan TI

Berbagai perusahan kini telah beralih ke teknologi baru yang sedang berkembang dan keamanan siber (cyber security) untuk menggerakkan (dan mengamankan) inisiatif transformasi mereka.

Perusahaan-perusahaan di Indonesia merencanakan sejumlah investasi berikut dalam satu hingga tiga tahun ke depan:

– 60% merencanakan untuk berinvestasi di keamanan siber
– 60% merencanakan untuk berinvestasi di teknologi loT
– 46% merencanakan berinvestasi di multi-cloud
– 39% merencanakan untuk berinvestasi di pendekatan yang berfokus pada komputasi
(computer-centric)
– 32% merencanakan untuk berinvestasi di Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

Sejumlah kecil perusahaan, tapi cukup signifikan, merencanakan untuk melakukan percobaan dengan beberapa teknologi yang tergolong masih baru, yaitu 21% akan berinvestasi di blockchain, 22% di komputasi kuantum, dan 23% di VR/AR.

“Saat ini adalah waktu yang sangat menarik untuk berbisnis. Kita berada di persimpangan penting yaitu, dimana teknologi, bisnis dan manusia bertemu untuk menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih terhubung,” tambah Catherine Lian selaku Managing Director, Dell EMC Indonesia. “Namun demikian, hanya perusahaan-perusahaan yang fokus menggunakan teknologi yang akan meraih manfaat yang ditawarkan model bisnis digital, termasuk kemampuan untuk bergerak cepat, mengomatisasi semua hal dan memenuhi tuntutan pelanggan. Itulah kenapa transfomasi digital harus menjadi prioritas nomor satu.”

Metodologi penelitian

Musim panas tahun ini, perusahaan riset independen, Vanson Bourne, mewawancarai 100 pemimpin bisnis di Indonesia, mulai dari perusahaan skala menengah hingga besar, untuk mengukur dimana posisi perusahaan-perusahaan tersebut dalam Dell Technologies Digital Transfommation Index. Vanson Bourne mengklasifkasikan upaya-upaya bisnis digital dari perusahaan-perusahaan tersebut dengan meninjau strategi TI, inisiatif-inisiatif tranformasi tenaga kerja dan kinerja menurut pendapat mereka terhadap sejumlah atribut bisnis digital. Hasil survey global (berdasarkan hasil wawancara dengan 4.600 responden dari 42 negara/wilayah) akan diumumkan pada awal 2019.

Atribut bisnis digital

Pada tahun 2015, para pemimpin bisnis mendefinisikan sejumlah atribut digital utama yang harus diterapkan perusahaan-perusahaan untuk bisa sukses dalam satu dekade ke depan.

Atribut-atribut tersebut adalah:

– Inovasi dengan cara-cara yang lincah

– Bisa mengidentifikasi peluang-peluang baru secara prediktif

– Menunjukkan transparansi dan kepercayaan

– Menghadirkan pengalaman yang unik dan personal

– Selalu aktif dan operasional secara real time.(Arianto)

Tentang Dell Technologles

Dell Technologies adalah kelompok bisnis unik yang menyediakan infrastruktur penting bagi berbagai organisasi untuk membangun masa depan digital mereka, mentransformasi TI dan melindungi aset mereka yang paling penting, yaitu informasi. Dell Technologies melayani pelanggan dari berbagai skala perusahaan di 180 negara – dari 99% perusahaan Fortune 500 hingga perorangan – dengan portofolio terlengkap dan inovatif mulai dari edge ke core hingga cloud.

Tentang Vanson Bourne

Vanson Bourne adalah spesialis riset pasar independen untuk sektor teknologi. Reputasi perusahaan dalam menghasilkan analisa berbasis riset berkualitas tinggi dan terpercaya didasari oleh prinsip riset ketat dan kemampuan untuk mendapatkan masukan dari para pembuat keputusan senior dari berbagai fungsi teknis dan bisnis, di semua sektor usaha dan pasar-pasar penting. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.vansonbourne.com(Arianto)

Related posts

Leave a Comment

www.000webhost.com