Berita Lifesyle Nasional Olah Raga 

Kota Bogor Menerapkan Larangan Merokok di Tempat Umum atau Memajang Iklan Rokok Maupun Gerainya

Mitrajakartanews | Bogor,

Vital Strategies (VS) memberi ucapan selamat kepada Walikota dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor atas implementasi dan penguatan peraturan pengendalian tembakau untuk melindungi kesehatan.(24/11).

Bogor merupakan kota pertama di Indonesia yang menerapkan larangan merokok di tempat umum dan larangan memajang rokok di gerai ritel. Saat ini, pemerintah Kota Bogor telah memperkuat regulasi ini dengan menambahkan sejumlah peraturan mengenai larangan iklan rokok, promosi dan sponsor oleh perusahaan rokok,serta tersedianya nomor telepon langsung yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk melaporkan pelanggaran regulasi kawasan tanpa rokok (KTR).

Perkembangan ini dirayakan Sabtu (24/11) di Taman Ekspresi Sempur Kota Bogor, dengan melakukan parade sepeda memutari Kota Bogor yang dipimpin oleh Walikota Bogor, peluncuran papan-papan reklame yang didesain untukmengedukasi masyarakat akan bahaya rokok, mendorong orang mematuhi peraturan kawasan tanpa rokok, deklarasi bebas rokok oleh muda-mudi Bogor, dan acara-acara lainnya.

Walikota Bogor Dr Bima Arya Sugiarto mengatakan, “Kegiatan hari ini diadakan untuk menunjukkan komitmen Kota Bogor untuk terus melindungi warganya dari ancaman bahaya rokok, dan melindungi anak-anak Kota Bogor dari pengaruh industri rokok yang menjadikan mereka target dengan memperkuat peraturan daerah tentang kawasan tanpa rokok, katanya usai mengikuti Fun Bike bersama 250 komunitas sepeda dan warga Kota Bogor.

“Selain itu, saya juga mengajak pemerintah kota dan kabupaten lain untuk melakukan hal yang sama dengan kami. Setiap orang berhak atas kehidupan yang lebih sehat yang berarti akan membuat ekonomi kita lebih kuat juga.” ujar Bima.

Pernyataan Bima disambut baik oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr Rubaeah mengatakan, upaya pengendalian tembakau telah menuai buahnya. Hasil data menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pelarangan memajang produk tembakau di ritel modern adalah sebesar 83 persen di tahun 2017. Tetapi lebih dari 44 persen (446.000 jiwa) penduduk Bogor masih merokok, serta tingkat kepatuhan terhadap peraturan kawasan tanpa rokok hanya sebesar 64 persen, katanya saat mendampingi Walikota Bogor dalam acara Fun Bike yang bertema “Teu Hayang Rokok”.

Ia menyatakan, papan reklame Kota Bogor yang baru diluncurkan menampilkan nomor hotline (1500 411) yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk melaporkan pelanggaran undang-undang Kawasan Tanpa Rokok(KTR), ujarnya.

Sementara itu, Enrico Aditjondro, Associate Director Program Asia Tenggara, Vital Strategies, menyatakan, angkatan kerja di Indonesia terus berkembang. Termasuk di dalamnya adalah para anak muda yang produktivitasnya dapat menghasilkan percepatan pertumbuhan ekonomi. Kenaikan jumlah perokok remaja secara nasional dapat meningkatkan penyakit terkait tembakau serta tingkat kematian dini dalam kelompok usia ini. Tentu hal ini berpotensi mengurangi produktivitas nasional,” kata Enrico.

“Kota-kota di Indonesia harus dapat memainkan peran penting dalam mendorong perkembangan kesehatan masyarakat, dan kami menghargai Walikota Kota Bogor Bima Arya Sugiarto atas komitmen pribadi beliau dalam pengendalian tembakau. Sebagaimana dapat dilihat pada kegiatan yang ramai dan semarak hari ini, Kota Bogor merupakan contoh yang dapat diikuti oleh kota lain,” pungkasnya.

Enrico menambahkan, kampanye media terbaru melalui papan reklame di Kota Bogor diluncurkan hari ini yang menampilkan delapan pesan berbeda yang dimaksudkan untuk mencegah konsumsi rokok. Semua kampanye media tersebut menyampaikan seruan #TeuHayangRokok (#Katakan Tidak Pada Rokok dalam Bahasa Sunda), dan nomor telepon langsung yang dapat dihubungi untuk melaporkan pelanggaran peraturan Kawasan Tanpa Rokok Kota Bogor, urainya.

Kedelapan gambar papan reklame tersebut, lanjut Enrico, adalah kreasi dari desainer grafis Imelda Hutabarat dan Koma. Dalam menjalankan kampanye media ini, Vital Strategies dan organisasi No Tobacco Community (NOTC) memberi dukungan kepada Pemerintah Kota Bogor. Inisiatif pengendalian tembakau ini juga dipromosikan melalui kampanye media sosial #SuaraTanpa Rokok dan http://suaratanparokok.co.id.

Akibat tembakau yang mematikan bagi orang Indonesia, menurut The Tobacco Atlas, lebih dari 53 juta orang dewasa di Indonesia merokok setiap hari. Proporsi lelaki dewasa, anak lelaki dan anak perempuan yang merokok di Indonesia lebih tinggi dibandingkan rata-rata di negara lain yang setara.

Rokok membunuh lebih dari 225.000 jiwa di Indonesia setiap hari di tahun 2016, dan merupakan 21 persen penyebab kematian pria dewasa, angka yang lebih tinggi dibandingkan negara lain yang setara. Penelitian memperlihatkan bahwa pria Indonesia mulai merokok di usia yang sangat muda. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Kesehatan tahun 2018 memperlihatkan kenaikan prevalensi perokok remaja di Indonesia, berusia antara 10 dan 18 tahun, dari 7,2 persen di tahun 2013 menjadi 9,1 persen di tahun 2018. Merokok merupakan faktor risiko penyakit tidak menular yang menimbulkan biaya ekonomi bagi negara Indonesia sebesar US$4,5 triliun dari tahun 2012 hingga 2030, menurut The World Economic Forum.

Tentang upaya Vital Strategies dalam pengendalian tembakau. Vital Strategies bekerja secara global di lebih dari 40 negara di dunia yang mendukung terjadinya adopsi kebijakan untuk mengurangi konsumsi tembakau.

Tim ahli global menggunakan kebijakan, dukungan dan komunikasi strategis dalam membantu pemerintah mengadopsi perundangan bebas rokok menyeluruh yang menyelamatkan jiwa dan penerapan pajak tembakau yang tinggi. Kampanye edukasi publik kami yang didasari oleh bukti nyata, dirancang untuk mendorong orang berhenti merokok, atau berpikir ulang untuk merokok pertama kali, mendukung sasaran kebijakan seperti kepatuhan pada peraturan bebas rokok dan dalam jangka panjang, membuat orang tidak mau lagi menerima perilaku merokok, serta mengubah sikap orang terhadap industri tembakau, telah dilihat oleh lebih dari 2 miliar orang.

“Kami bermitra dengan American Cancer Society dalam pembuatan laporan The Tobacco Atlas, (edisi ke enam), sebuah laporan paling lengkap tentang perkembangan epidemi tembakau di dunia, dan mendukung pembuatan laporan MPOWER milik WHO,” ujar Enrico.(Larty).

Related posts

Leave a Comment

www.000webhost.com