Daerah Diskusi Politik 

“MARDIAH ABUZAR” – CALEG GERINDRA No 7 DApil DKI III JAKARTA BARAT UTARA DAN KEPULAUAN SERIBU – KENAPA PEMBERITAAN AKSI 212 JUTA SEAKAN DIREDAM

Mitrajakartanews.com, Jakarta – Sesaat diwawancarai lewat pesan WhatsApp , Selasa (5/12), beliau menyampaikan Reuni 212 ini menjadi sebuah catatan sejarah yang hebat karna 11 juta lebih hadir diacara reuni 212 yang kini menjadi sorotan disemua media di manca negara.

Beliau mengungkapkan kekecewaan terhadap pemberitaan yang menutupi sejarah besar ini. “Kenapa pemberitaan 212 yang dihadiri jutaan umat Islam ini seakan di redam?. Kenapa hanya Media TV One yang menyiarkan kegiatan positif ini, mengapa media lain tidak meliput acara reuni 212 ini?, Padahal ada jutaan orang yang berkumpul di monas berharap media menyampaikan Aspirasinya dan diberitakan agar sampai ketelinga penguasa, tetapi ini tidak”, ungkapnya.

Mardiah Abuzar menuturkan kekecewaanya terhadap media-media yang berusaha meredam atau seakan menutup sesuatu yang semestinya viral.

“Mungkin saat ini saya melihat peran media benar-benar kehilangan jati dirinya sebagai pembawa berita yang fakta dan aktual. Seharusnya media menjadi sebuah corong untuk menyampaikan segala perihal yang menjadi keluh kesah masyarakat, karna ini mencakup jutaan ummat”, tegasnya.

“Kenapa kok bisa demikian? 11 juta umat yang hadir yang Sholat Tahajud dan bersolawat bersama kenapa tidak menjadi berita yang viral toh rasanya sangat tidak masuk diakal kalo 11 juta umat tidak menjadi berita topik utama dalam 1 minggu kedepan padahal ini adalah moment positive untuk menjadi pemberitaan,” pungkasnya.

“Melihat kondisi ini seharus kita mulai menuju pada negri yang murni, bukan malah menutupi hal hal yang positif di acara tersebut”, jelasnya.

Ia berharap media masa di negri ini berpihak pada rakyat dan turut memberikan informasi yang benar-benar faktual.

Beliau juga menyampaikan bahwa adanya tudingan-tudingan yang tidak masuk diakal. “Fitnah yang keji dari orang-orang yang menuduh bahwa ada HTI dan lain – lain, ada bedera Isis dsana yg sudah ganti warna, belum lagi 212 selalu di kaitkan dengan tempat berkumpulnya ormas radikalis yang intoleran yang tidak Pancasilais, tidak NKRI, kami semua heran kok slalu di kaitkan dengan hal-hal tersebut pedih rasanya jika mendengar kata-kata tersebut yang slalu mereka ucapkan dimedia dan Forum diskusi, “ucap beliau.

Disisi lain beliau menambahkan ungkapan tentang keadaan situasi yang mendalam ditempat berkumpulnya jamaah. “Mereka tidak merasakan betapa indahnya suasana ke bathinan ketika berada ditengah jutaan umat, sebagian bertahajud dan sholat subuh berjamaah, doa dipanjatkan untuk negri tercinta untuk tetap bersatu. Air mata dan keringat yang mengucur di catat dibuku amalan kita kelak. Apa itu dianggap hal yang salah sungguh di luar akal sehat jika ada yang sinis dan nyinyir akan aksi kami”, ungkapnya.

“Kita bersyukur reuni 212 berjalan tertib aman dan massa bubar dengan rasa bahagia. Tujuan berkumpul untuk silaturahmi dan menunjukkan pada seluruh bangsa ini bahwa Islam itu Rahmatan lil Alamin dan sangat cinta damai”, ucapnya

“Alumni 212 senantiasa akan menjaga NKRI Pancasila dan kerukunan antar agama dan golongan di negeri ini”, tegasnya. (OE)

Related posts

Leave a Comment

www.000webhost.com