Berita Diskusi 

Cerdas dan Canggih Dalam Pemberantasan Korupsi

Cerdas dan Canggih Dalam Pemberantasan Korupsi

Mitrajakartanews- Kebijakan Pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi semakin dirasakan oleh masyarakat khususnya efektivitas dan kebijakan antikorupsi yang dijalankan Pemerintah. Peran Teknologi informasi yang menjadi andalan pemerintahan Jokowi-JK dalam upaya memberantas dan mencegah tindak pidana korupsi sebagai implementasi kebijakan makin dipercaya efektivitasnya.

“Berdasarkan penelitian Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Oktober 2018, upaya Pemerintah memberantas korupsi selama empat tahun ini dirasakan oleh masyarakat. Masyarakat menilai tingkat korupsi di berbagai bidang menurun dari tahun ke tahun,” ujar Yanuar, dalam diskusi bertema “Cerdas dan Canggih Melawan Korupsi”, Senin (7/1/2019) di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta.

Peneliti lulusan Institut Teknologi Bandung dan University of Manchester tersebut menilai, penanganan korupsi di era teknologi saat ini harus dilakukan dengan canggih. Penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi dalam aksi pencegahan korupsi sangat terasa, mulai dari sekitar 30% pada tahun 2015 meningkat menjadi lebih dari 81% pada tahun 2018.

“Karena korupsi sudah mengakar dalam tatanan kerja birokrasi, maka Pemerintah harus mengupayakan perbaikan tata kelola, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi mulai dari perencanaan (e-planning), penganggaran (e-budgeting) hingga pengadaan yang menggunakan e-catalog dan e-procurement,” jelasnya.

Pengamat IT, Rhenald Khasali menilai apa yang dilakukan oleh Pemerintah sudah tepat, akan tetapi harus diikuti dengan reformasi lembaga politik dan lembaga legislatif. Menurutnya, para pelaku korupsi tidak mungkin lagi mencuri uang dengan cara-cara lama.

“Pemberantasan korupsi menjadi tugas bersama, baik di sektor eksekutif, yudikatif, maupun legislatif,” papar Rhenald.

Pendapat sama dikemukakan politisi Ruhut Sitompul. Ia mengungkapkan, apa yang dikerjakan oleh Pemerintah sudah baik sehingga banyak yang ketakutan dengan apa yang sudah dikerjakan oleh Pemerintah.

“Yang menilai korupsi seperti kanker stadium 4, itu tidak benar. Faktanya, pencegahan dan pemberantasan korupsi semakin terlihat selama pemerintahan Pak Jokowi.” pungkasnya. (Larty)

Related posts

Leave a Comment

www.000webhost.com